Bukankah peristiwa dua hari lalu harus kita catat
hari kedua di bulan dua kamu datang padaku
bersama kedua orangtua dan sanak saudara
di rumahku para tetua dan tetangga telah menunggu
keadaan berubah menegangkan
gelisah, tegang, dan bahagia bertautan
kedua pihak larut pada pembicaraan
kemudian kita lega
tanggal pertemuan ditentukan jua
nanti, di hari keenam di bulan enam
kamu dan keluargamu akan datang dengan seragam
di hari yang kita tunggu itu
kesepakatan kan kamu jalin dengan ayahku
untuk menjaga dan menyayangiku
seumur hidupmu
Senin, 03 Februari 2014
Selasa, 17 Desember 2013
Seperti Mawar [26 of 1001]
Jumat, 04 Oktober 2013
Penawaran [25 of 1001]
Aku masih menginginkan kita.
Baiklah, akan kutawarkan hal lainnya, sekiranya ini bisa jadi peluang bagi kita.
Pasca-akad nikah hingga waktu resepsi pernikahan tiba, demi Allah, aku tidak menuntut nafkah lahir maupun batin.
Tak masalah resepsi digelar 6 bulan atau satu tahun kemudian. Aku tetap di rumah orangtuaku, kamu pun begitu.
Harta dan jiwamu tak berkurang meski kamu telah memiliki istri.
Sebelum resepsi itu tiba, aku tidak akan menuntut hak apapun.
Kamu dan hartamu tetap pada takaran yang sama. Sungguh!
Bukankah aku begitu murah?
Baiklah, akan kutawarkan hal lainnya, sekiranya ini bisa jadi peluang bagi kita.
Pasca-akad nikah hingga waktu resepsi pernikahan tiba, demi Allah, aku tidak menuntut nafkah lahir maupun batin.
Tak masalah resepsi digelar 6 bulan atau satu tahun kemudian. Aku tetap di rumah orangtuaku, kamu pun begitu.
Harta dan jiwamu tak berkurang meski kamu telah memiliki istri.
Sebelum resepsi itu tiba, aku tidak akan menuntut hak apapun.
Kamu dan hartamu tetap pada takaran yang sama. Sungguh!
Bukankah aku begitu murah?
Menyerah Berusaha [24 of 1001]
Sekiranya desakanku untuk kamu segera melamar
kamu artikan sebagai "menyerah"
maka benar, i deeply give up
Sekiranya kepasrahanmu menerima penundaan waktu pernikahan dari orangtuamu
kamu artikan sebagai "berusaha"
maka benar, u hardly fight for
Demikian ternyata, aku yang harus berkaca
sepertinya aku yang tidak benar-benar cinta
kamu artikan sebagai "menyerah"
maka benar, i deeply give up
Sekiranya kepasrahanmu menerima penundaan waktu pernikahan dari orangtuamu
kamu artikan sebagai "berusaha"
maka benar, u hardly fight for
Demikian ternyata, aku yang harus berkaca
sepertinya aku yang tidak benar-benar cinta
Dua Syarat
Saya sangat berterima kasih atas kedatangan bapak ibu sekeluarga besar untuk melamar saya. Sebelum menyatakan bersedia atau tidak, saya ingin mengajukan dua syarat.
Pertama, saya ingin akad nikah silaksanakan maksimal dua minggu pasca-lamaran ini, tepatnya pada hari Jumat. Hal ini saya putuskan untuk menjaga nama baik kami berdua kalau terpaksa harus kemana-mana berdua mengurus hal yang berkaitan dengan resepsi pernikahan.
Kedua, karena saya tidak suka dengan kalimat "kebelet kawin" yang dilontarkan siapapun, baik serius atau bercanda, baik langsung maupun tidak langsung, maka saya ingin pasca-akad nikah kami tetap tinggal di rumah orangtua masing-masing hingga hari resepsi tiba.
Itu dua syarat yang saya ajukan dan tidak bisa ditawar. Sekiranya bapak ibu sekeluarga besar setuju, mari kita lanjutkan pembicaraan. Sekiranya bapak-ibu sekeluarga besar tidak setuju, maka saya tetap berterima kasih bapak-ibu sekeluarga besar telah sudi melepas alas kaki yang mahal untuk menginjakkan kaki dan duduk bersama di rumah kami yang sederhana ini. Terima kasih.
---
Konsep, kalo-kalo dalam waktu dekat ada yang ngelamar.
Pertama, saya ingin akad nikah silaksanakan maksimal dua minggu pasca-lamaran ini, tepatnya pada hari Jumat. Hal ini saya putuskan untuk menjaga nama baik kami berdua kalau terpaksa harus kemana-mana berdua mengurus hal yang berkaitan dengan resepsi pernikahan.
Kedua, karena saya tidak suka dengan kalimat "kebelet kawin" yang dilontarkan siapapun, baik serius atau bercanda, baik langsung maupun tidak langsung, maka saya ingin pasca-akad nikah kami tetap tinggal di rumah orangtua masing-masing hingga hari resepsi tiba.
Itu dua syarat yang saya ajukan dan tidak bisa ditawar. Sekiranya bapak ibu sekeluarga besar setuju, mari kita lanjutkan pembicaraan. Sekiranya bapak-ibu sekeluarga besar tidak setuju, maka saya tetap berterima kasih bapak-ibu sekeluarga besar telah sudi melepas alas kaki yang mahal untuk menginjakkan kaki dan duduk bersama di rumah kami yang sederhana ini. Terima kasih.
---
Konsep, kalo-kalo dalam waktu dekat ada yang ngelamar.
Kamis, 03 Oktober 2013
Pertanyaan [23 of 1001]
kalau ada perempuan yang mengajak kamu menikah
bukankah itu bukti kalau dia serius sama kamu
dia yakin dengan keberadaan kamu
sekarang, kenapa kamu tidak mengakui saja kalau kamu belum siap menikah?
malah berdalih belum diizinkan orang tua
kalau serius mengupayakan, izin orang tua pasti didapat
mereka pasti mengerti
nah sekarang, apa yang kamu upayakan?
sikap? sudahkah sikap kamu di hadapan orang tua terlihat pantas untuk menikah?
kebiasaan? sudahkah kebiasaan kamu mencerminkan kamu pantas mengayomi anak orang?
penghasilan? kita tak perlu bahas ini karena kita sama-sama usaha.
bukankah konsepnya 'cukup'.
bukankah itu bukti kalau dia serius sama kamu
dia yakin dengan keberadaan kamu
sekarang, kenapa kamu tidak mengakui saja kalau kamu belum siap menikah?
malah berdalih belum diizinkan orang tua
kalau serius mengupayakan, izin orang tua pasti didapat
mereka pasti mengerti
nah sekarang, apa yang kamu upayakan?
sikap? sudahkah sikap kamu di hadapan orang tua terlihat pantas untuk menikah?
kebiasaan? sudahkah kebiasaan kamu mencerminkan kamu pantas mengayomi anak orang?
penghasilan? kita tak perlu bahas ini karena kita sama-sama usaha.
bukankah konsepnya 'cukup'.
Senin, 02 September 2013
Bosan
Entah kenapa, hari ini bosan. Mungkin karena nggak ada liputan.
Sudah disiasati dengan liat video-video, belajar bahasa inggris juga, tapi
kebosanan belum juga hilang.
Yah, minimal, ada belajarnya juga dikit, meski di tengah kebosanan begini.
Terus di sms sama Meta. Ditanyain tentang pernikahan, selalu.
Dan masih belum bisa jawab kapan, kecuali tahun depan.
Belum jelas sih kapannya.
Tapi semoga semuanya yang terbaik.
Sudah disiasati dengan liat video-video, belajar bahasa inggris juga, tapi
kebosanan belum juga hilang.
Yah, minimal, ada belajarnya juga dikit, meski di tengah kebosanan begini.
Terus di sms sama Meta. Ditanyain tentang pernikahan, selalu.
Dan masih belum bisa jawab kapan, kecuali tahun depan.
Belum jelas sih kapannya.
Tapi semoga semuanya yang terbaik.
Penghasilan Kita [22 of 1001]
Oh, aku ingat
Kemarin kamu bilang penghasilan aku lebih besar daripada kamu
Sepertinya tidak begitu
Penghasilan kamu jauh lebih besar, sebenarnya
Dan seperti kamu bilang
Kita tidak perlu meributkan itu
Kemarin kamu bilang penghasilan aku lebih besar daripada kamu
Sepertinya tidak begitu
Penghasilan kamu jauh lebih besar, sebenarnya
Dan seperti kamu bilang
Kita tidak perlu meributkan itu
Dia Bilang Pengin Naik Sepeda sama Ibunya
Pagi ini (26/8/2013), duduk-duduk di halte depan GSG Unila sambil
baca koran. Niatnya mau liputan acara propti di GSG--yang ternyata cuma
gladi.
Sambil baca koran, disapa sama satpam yang lagi ngatur lalu lintas.
Nggak lama dia duduk di halte juga, istirahat.
Kenal dong sama Angger--tapi kok nama di bajunya "Hadi" ya?
Dia buka suara.
"Pinggang saya keseleo ini"
"Kenapa?" Saya jadi basa-basi juga menanggapi, soalnya kan kenal.
"Abis gendong ibu saya, dari kamar ke toilet, dari toilet ke kamar. Gitu terus selama 5 tahun."
Dari kalimat terakhir, saya mulai tertarik dengan pembicaraan ini.
"Emang ibunya kenapa?"
"Ibu saya sakit. Tumor otak. Keren ya penyakitnya. Kalo orang tua sakit gitu, kelakuannya jadi kayak anak kecil. Masak Ibu saya pernah bilang, "umi mau tidur, pingin ngimpi naik sepeda, kan dengernya gimana gitu."
Berikutnya dia cerita, pas dapet gaji 13 dia beli sepeda.
Angger bilang, tumor ibunya sudah sekitar 75 % dari besar kepalanya.
Pernah ibunya dirawat 1 bulan di RSAM.
Dia bilang, udah cari informasi berobat kemana-mana. Termasuk dia pakai smartphone bukan untuk bermain di jejaring sosial, tapi untuk cari informasi pengobatan ibunya.
Saya jadi ingat dengan Prof. Warsito. Saya ceritakan ke Angger kalau Prof. Warsito menciptakan alat untuk menghancurkan sel kanker. Terus saya bilang kalau Prof. Warsito itu temannya pak Komar, Kapuskom. Menurut saya, sebaiknya bertemu Pak Komar, supaya prosesnya lebih cepat dan informasi mengenai alatnya lebih akurat.
Angger bilang, kalau ibunya sudah sembuh, dia pengin naek sepeda sama ibunya. Gitu.
Sambil baca koran, disapa sama satpam yang lagi ngatur lalu lintas.
Nggak lama dia duduk di halte juga, istirahat.
Kenal dong sama Angger--tapi kok nama di bajunya "Hadi" ya?
Dia buka suara.
"Pinggang saya keseleo ini"
"Kenapa?" Saya jadi basa-basi juga menanggapi, soalnya kan kenal.
"Abis gendong ibu saya, dari kamar ke toilet, dari toilet ke kamar. Gitu terus selama 5 tahun."
Dari kalimat terakhir, saya mulai tertarik dengan pembicaraan ini.
"Emang ibunya kenapa?"
"Ibu saya sakit. Tumor otak. Keren ya penyakitnya. Kalo orang tua sakit gitu, kelakuannya jadi kayak anak kecil. Masak Ibu saya pernah bilang, "umi mau tidur, pingin ngimpi naik sepeda, kan dengernya gimana gitu."
Berikutnya dia cerita, pas dapet gaji 13 dia beli sepeda.
Angger bilang, tumor ibunya sudah sekitar 75 % dari besar kepalanya.
Pernah ibunya dirawat 1 bulan di RSAM.
Dia bilang, udah cari informasi berobat kemana-mana. Termasuk dia pakai smartphone bukan untuk bermain di jejaring sosial, tapi untuk cari informasi pengobatan ibunya.
Saya jadi ingat dengan Prof. Warsito. Saya ceritakan ke Angger kalau Prof. Warsito menciptakan alat untuk menghancurkan sel kanker. Terus saya bilang kalau Prof. Warsito itu temannya pak Komar, Kapuskom. Menurut saya, sebaiknya bertemu Pak Komar, supaya prosesnya lebih cepat dan informasi mengenai alatnya lebih akurat.
Angger bilang, kalau ibunya sudah sembuh, dia pengin naek sepeda sama ibunya. Gitu.
Minggu, 25 Agustus 2013
Happy 48 Hours
Ini kisah liburan dadakan gw, Bayu Imuth, Umi, dan Sisil. Rencana
liburan ini terbilang singkat. Gw, Bayu, dan Tomy yang rencanain satu
minggu sebelumnya. Tapi Tomy nggak jadi ikut. Gw pikir, liburan kali ini
harus jadi, setelah yang ke Semeru gagal total. Padahal sudah 3 bulan
dipersiapkan semuanya.
Sisil baru gw hubungi sekitar hari Rabu. Dia oke. Berikutnya Umi, diajakin nya pas hari Kamis, kayaknya. Dia juga oke. Yah, mereka berdua pasti udah siap dari segi dana, soalnya keduanya juga bagian dari tim ke Semeru yang gagal.
Kita berangkat ke Jakarta Jumat (23/8/2013) Malam. Ketemu di Robinson abis isa. Terus jam 8 malem ke terminal. Sekitar jam 9 busnya berangkat. Sampai di Pelabuhan Bakauheni jam 12 malam. Langsung lanjut ke merak. Sampenya sekitar jam 3 pagi. Ngaso dulu di sekitar depan Pelabuhan Merak.
Di kapal laut, Sisil udah sibuk menghubungi temannya. Kita pindah haluan. Tadinya mau ke Dufan, tapi karena udah pernah, jadinya pingin ke Transtudio. Well, udah dapat penginapan, seletah jam setengah 1 malam nelponin orang-orang.
Tapi kita dikasih tau juga, perjalanannya 5 jam. Itu juga kalau nggak macet. Belum lagi ongkos per orang Rp70 ribu. Itu belum termasuk ke rumah temannya Sisil yang harus ditempuh 2 jam dari Transtudio. Jauh bener!
Finally, kita putuskan ke Dufan aja, sama ke Kota Tua. Lagian menurut banyak orang, lebih seru main di Dufan daripada Transtudio. Bayu Imuth juga belum pernah ke Dufan, jadi ya, itung-itung kita nganterin bayi gorila maen ke Dufan :D
Kami berempat turun di Pancoran. Terus naik Transjakarta ke Semanggi. Abis itu transit ke Kota Tua. Ini kurang efektif sih, seharusnya langsung turun di Semanggi aja. Karena bis yang kita naiki lewat situ juga.
Sampe di kota tua sekitar setengah sembilan. Kita bersih-bersih--tapi bukan mandi-- dan solat sunnah dulu. Abis itu mulai jalan. Di samping sebuah museum yang belum buka, kita makan es potong. Ih, es ini kan yang dulu waktu SD sering kita makan. Sekarang udah langka banget. Harganya 3 ribu per potong. Lanjut dengan makan bubur ayam.
Bayu imuth diajakin ngobrol sama abang tukang esnya. Ditanya-tanya kita dari mana. Terus, kedengeran juga, si abang cerita, dia nikahnya abis lulus SMA. Katanya takut istrinya keburu diambil orang. Hahaha.
Perjalanan dilanjutkan dengan masuk Museum BI. Dapet tiket, tapi gratis. Dari museum ini baru tau kalau Lampung--yang dulu merupakan keresidenan-- pernah menerbitkan uang sendiri.
Selanjutnya masuk Museum Seni. Bayar Rp3 ribu, soalnya Umi bawa KTM. Di sini membosankan. Mungkin karena koleksinya terlalu sedikit, atau mungkin ekspektasi dari kata "Art" yang disandang museum ini kurang menampilkan art itu sendiri dengan maksimal.
Dufan 10.30--20.00.
Kita ke Dufan. Akhirnya kita melangkah ke Dufan sekitar jam 10. Sampe setengah 11. Langsung beli tiket dan masuk. Kita dapet 2 tiket. satu masuk ke dufan, satu lagi pertunjukan jam 18.30. Tapi nggak kita pake tiket itu.
HISTERIA
Wahana pertama yang kita coba adalah HISTERIA. Wih, itu gw, sambil ngantri, tangannya udah mulai dingin. Tapi kali ini pas liat orang-orang mulai tetiba ditarik ke atas dan histeris, udah nggak parno kayak dulu pertama kali ngantri dan nggak jadi maen. Itu naik histeria "wow" banget pemandangan pas sampe atas. Tapi begitu ditarik ke bawah, nyawa berasa masih ketinggalan di atas. Ngeri angker, tapi seru. Kita yang ngantuk banget, jadi nggak ngantuk lagi, malah muka Bayu imuth jadi keliatan ijo pucet gitu. Ternyata dia merem pas ditarik ke bawah. Hahaha.
BIANGLALA
Ini kita cobain setelah naik HISTERIA. Abis itu kita, naik Bianglala. Paling suka sama wahana yang ini. Soalnya, bisa liat pemandangan dari ketinggian berkali-kali. Gw yakin tapi, si Heru pasti nggak suka sama wahana ini :D
ALAP-ALAP
Wahana ini kita cobain sebelum solat zuhur. Ini sejenis kereta-keretaan atau halilintar versi mini. Meski begitu, Sisil pucat pasi menaikinya. Kalo Umi, ya gitu, mukanya datar-datar aja. Kalo gw, seneng banget naek wahana yang ini. Malah pingin lagi.
KICIR-KICIR
Nama lainnya Power Surge. Kita cobain abis zuhur, sebelum makan siang. Di sini kita diputar 360 derajat. Tapi si Sisil kayaknya menilai wahana ini terlalu biasa aja ;) jadi dia nggak ikutan naik. Cuma gw, Umi, dan Bayu imuth yang nyobain. Tapi sih menurut gw, ini nggak lebih menyeramkan dari HISTERIA. Nyawanya nggak terlalu jauh dilepasnya :D Tapi tapi tapi, si Enduth masak merem naek wahana yang ini.
ISTANA BONEKA
Kita masuk sini untuk cooling down. Tapi pas ngantri, yaampuuuun, panaaaaaas banget. Kepala jadi sakit. Udah gitu ngantrinyaxlamaaaaaaa banget. Terus masuknya ya cuma bentar. Keluar dari sini, kita makan eskrim dulu.
RUMAH AJAIB
nggak niat-niat amat sih masuk sini. Tapi karena sekalian liwat, ya kita masuk aja. Suasananya ya gitu. Masuk rumah yang miring.
HALILINTAR
Ini dia salah satu wahana yang gw suka. Meski, ya, memacu adrenalin. Terutama di bagian muter ke bawah. Itu berasa nyawa ketinggalan di atas. Tapi karena Cuma beberpa detik, ya, oke aja dicobain. Seru!
TREASURE-LAND
Ini wahana baru. Soalnya tahun lalu pas ke Dufan, ini baru dibangun. Semacam pertunjukan teater gitu dengan efek-efek yang nyata.
Abis cecarian sama tim ini karena pada mencar, kita solat asar.
NIAGARA-GARA
Waktunya basah-basahan, karena udah solat asar. Kita naik perahu yang ditarik ke atas, terus terjun bebas sambil bebasahan. Untuk wahana yang Cuma 1 menit ini, kita nggantrinya setengah jam!
HAPPY FEET
Entah kenapa, Sisil menyebut wahana ini Hepi pet, entah kenapa -___-
Ini semacam pertunjukan 3 dimensi atau apalah, yang kursinya goyang-goyang sendiri. Tapi ya, okelah, daripada nggak diturutin, entar Sisil kebawa-bawa mimpi lagi. :D
Pokoknya ini demi Sisil!
ARUNG JERAM
Wahana ini juga gw suka. Kami nyobain sampe 3 kali, soalnya lagi sepi, jelang magrib. Yang kedua kalinya, kita ngobrol sama seorang cewek.Dia terkejut waktu kita kasih tau kita dari Lampung, baru nyampe tadi pagi, danpulangnya entar malem. Jadi ke Jakarta itu, cuma ke Kota Tua sama Dufan aja.
Sayang, di sini jaketnya Umi ilang L
Abis solat magrib, kita makan, terus lanjut solat isa. Udah gitu, kita ke Bianglala lagi, untuk yang kedua kalinya, sebagai pamungkas dari main di Dufan. Kita menikmati pemandangan malam yang romantis sebelum pulang. Udah jam 8 malam. Pas kita putuskan untuk pulang, eh ada pengumuman juga, kalo dufannya mu tutup. Jiaaah, pas banget.
Dua wahana yang paling pingin kita cobain : KORA-KORA (gwpingin banget :D ) dan TORNADO (Sisil pingin banget ;) ) nggak bisa kita coba, karena waktunya udah mepet untuk pulang :D
Alhamdulillah....
Terminal Tanjung Priok
Sampe terminal ini jam 9 kurang. Naik angkot. Satu orang bayar 4 ribu. Tapi ketinggalan bus ke Merak yang jam 9. Terus kita naik trasjakarta. Kita nunggu bus di Cempaka Putih. Nggak lama, nemu juga. DariCempaka Putih ke Merak 25 ribu. AC-nya dooong, dingin bangeeet.
Merak-Bakauheni
Sampe merak, kita kelaperan. Em, lebih tepatnya Bayu yangkelaperan. Gw Cuma pura-pura. Jadi kita makan nasi goreng dulu, baru lanjut keBakauheni. Malam itu, anginnya kencang, ombaknya agak tinggi, jadi sekitar 1,5jam kapalnya berhenti. Jadi kita baru sampe di Bakauheni jam 4.30.
Kita stay dulu di Musolla Bakauheni. Abis solat subuh barunaek bus ke Rajabasa. Sekitar jm 8 lewat dikit, Bayu turun di sekitar Korpri. TerusUmi turun di gerbang Unila. Gw dan Sisil turun di Terminal Rajabasa. Gw samperumah sekitar jam 9 kurang. Jadi kalau dipukul rata, perjalanan kita kali ini48 jam, tanpa benar-benar tidur.
HIKMAH LIBURAN
Gw berpikir, liburan kali ini, terutama pas di Dufan,ternyata semakin mengingkatkan kami betapa kuasa sang pencipta. Gw merasa,selama naik beberapa wahana, lebih banyak mengingat Allah, serius!
Jadi gw pikir, ke dufan ini bukan sekadar senang-senang, tapi wisata religi.Coba geh, misalnya, pas ditarik ke bawah di wahana HISTERIA, yang di ucap apa? Kalonggak takbir, istigfar, ya kalimat sahadat, kalo-kalo mati saat itu juga :D
Selesai!
Gw yang nulis,
Hisna Cahaya
Sisil baru gw hubungi sekitar hari Rabu. Dia oke. Berikutnya Umi, diajakin nya pas hari Kamis, kayaknya. Dia juga oke. Yah, mereka berdua pasti udah siap dari segi dana, soalnya keduanya juga bagian dari tim ke Semeru yang gagal.
Kita berangkat ke Jakarta Jumat (23/8/2013) Malam. Ketemu di Robinson abis isa. Terus jam 8 malem ke terminal. Sekitar jam 9 busnya berangkat. Sampai di Pelabuhan Bakauheni jam 12 malam. Langsung lanjut ke merak. Sampenya sekitar jam 3 pagi. Ngaso dulu di sekitar depan Pelabuhan Merak.
Di kapal laut, Sisil udah sibuk menghubungi temannya. Kita pindah haluan. Tadinya mau ke Dufan, tapi karena udah pernah, jadinya pingin ke Transtudio. Well, udah dapat penginapan, seletah jam setengah 1 malam nelponin orang-orang.
Tapi kita dikasih tau juga, perjalanannya 5 jam. Itu juga kalau nggak macet. Belum lagi ongkos per orang Rp70 ribu. Itu belum termasuk ke rumah temannya Sisil yang harus ditempuh 2 jam dari Transtudio. Jauh bener!
Finally, kita putuskan ke Dufan aja, sama ke Kota Tua. Lagian menurut banyak orang, lebih seru main di Dufan daripada Transtudio. Bayu Imuth juga belum pernah ke Dufan, jadi ya, itung-itung kita nganterin bayi gorila maen ke Dufan :D
Kami berempat turun di Pancoran. Terus naik Transjakarta ke Semanggi. Abis itu transit ke Kota Tua. Ini kurang efektif sih, seharusnya langsung turun di Semanggi aja. Karena bis yang kita naiki lewat situ juga.
Sampe di kota tua sekitar setengah sembilan. Kita bersih-bersih--tapi bukan mandi-- dan solat sunnah dulu. Abis itu mulai jalan. Di samping sebuah museum yang belum buka, kita makan es potong. Ih, es ini kan yang dulu waktu SD sering kita makan. Sekarang udah langka banget. Harganya 3 ribu per potong. Lanjut dengan makan bubur ayam.
Bayu imuth diajakin ngobrol sama abang tukang esnya. Ditanya-tanya kita dari mana. Terus, kedengeran juga, si abang cerita, dia nikahnya abis lulus SMA. Katanya takut istrinya keburu diambil orang. Hahaha.
Perjalanan dilanjutkan dengan masuk Museum BI. Dapet tiket, tapi gratis. Dari museum ini baru tau kalau Lampung--yang dulu merupakan keresidenan-- pernah menerbitkan uang sendiri.
Selanjutnya masuk Museum Seni. Bayar Rp3 ribu, soalnya Umi bawa KTM. Di sini membosankan. Mungkin karena koleksinya terlalu sedikit, atau mungkin ekspektasi dari kata "Art" yang disandang museum ini kurang menampilkan art itu sendiri dengan maksimal.
Dufan 10.30--20.00.
Kita ke Dufan. Akhirnya kita melangkah ke Dufan sekitar jam 10. Sampe setengah 11. Langsung beli tiket dan masuk. Kita dapet 2 tiket. satu masuk ke dufan, satu lagi pertunjukan jam 18.30. Tapi nggak kita pake tiket itu.
HISTERIA
Wahana pertama yang kita coba adalah HISTERIA. Wih, itu gw, sambil ngantri, tangannya udah mulai dingin. Tapi kali ini pas liat orang-orang mulai tetiba ditarik ke atas dan histeris, udah nggak parno kayak dulu pertama kali ngantri dan nggak jadi maen. Itu naik histeria "wow" banget pemandangan pas sampe atas. Tapi begitu ditarik ke bawah, nyawa berasa masih ketinggalan di atas. Ngeri angker, tapi seru. Kita yang ngantuk banget, jadi nggak ngantuk lagi, malah muka Bayu imuth jadi keliatan ijo pucet gitu. Ternyata dia merem pas ditarik ke bawah. Hahaha.
BIANGLALA
Ini kita cobain setelah naik HISTERIA. Abis itu kita, naik Bianglala. Paling suka sama wahana yang ini. Soalnya, bisa liat pemandangan dari ketinggian berkali-kali. Gw yakin tapi, si Heru pasti nggak suka sama wahana ini :D
ALAP-ALAP
Wahana ini kita cobain sebelum solat zuhur. Ini sejenis kereta-keretaan atau halilintar versi mini. Meski begitu, Sisil pucat pasi menaikinya. Kalo Umi, ya gitu, mukanya datar-datar aja. Kalo gw, seneng banget naek wahana yang ini. Malah pingin lagi.
KICIR-KICIR
Nama lainnya Power Surge. Kita cobain abis zuhur, sebelum makan siang. Di sini kita diputar 360 derajat. Tapi si Sisil kayaknya menilai wahana ini terlalu biasa aja ;) jadi dia nggak ikutan naik. Cuma gw, Umi, dan Bayu imuth yang nyobain. Tapi sih menurut gw, ini nggak lebih menyeramkan dari HISTERIA. Nyawanya nggak terlalu jauh dilepasnya :D Tapi tapi tapi, si Enduth masak merem naek wahana yang ini.
ISTANA BONEKA
Kita masuk sini untuk cooling down. Tapi pas ngantri, yaampuuuun, panaaaaaas banget. Kepala jadi sakit. Udah gitu ngantrinyaxlamaaaaaaa banget. Terus masuknya ya cuma bentar. Keluar dari sini, kita makan eskrim dulu.
RUMAH AJAIB
nggak niat-niat amat sih masuk sini. Tapi karena sekalian liwat, ya kita masuk aja. Suasananya ya gitu. Masuk rumah yang miring.
HALILINTAR
Ini dia salah satu wahana yang gw suka. Meski, ya, memacu adrenalin. Terutama di bagian muter ke bawah. Itu berasa nyawa ketinggalan di atas. Tapi karena Cuma beberpa detik, ya, oke aja dicobain. Seru!
TREASURE-LAND
Ini wahana baru. Soalnya tahun lalu pas ke Dufan, ini baru dibangun. Semacam pertunjukan teater gitu dengan efek-efek yang nyata.
Abis cecarian sama tim ini karena pada mencar, kita solat asar.
NIAGARA-GARA
Waktunya basah-basahan, karena udah solat asar. Kita naik perahu yang ditarik ke atas, terus terjun bebas sambil bebasahan. Untuk wahana yang Cuma 1 menit ini, kita nggantrinya setengah jam!
HAPPY FEET
Entah kenapa, Sisil menyebut wahana ini Hepi pet, entah kenapa -___-
Ini semacam pertunjukan 3 dimensi atau apalah, yang kursinya goyang-goyang sendiri. Tapi ya, okelah, daripada nggak diturutin, entar Sisil kebawa-bawa mimpi lagi. :D
Pokoknya ini demi Sisil!
ARUNG JERAM
Wahana ini juga gw suka. Kami nyobain sampe 3 kali, soalnya lagi sepi, jelang magrib. Yang kedua kalinya, kita ngobrol sama seorang cewek.Dia terkejut waktu kita kasih tau kita dari Lampung, baru nyampe tadi pagi, danpulangnya entar malem. Jadi ke Jakarta itu, cuma ke Kota Tua sama Dufan aja.
Sayang, di sini jaketnya Umi ilang L
Abis solat magrib, kita makan, terus lanjut solat isa. Udah gitu, kita ke Bianglala lagi, untuk yang kedua kalinya, sebagai pamungkas dari main di Dufan. Kita menikmati pemandangan malam yang romantis sebelum pulang. Udah jam 8 malam. Pas kita putuskan untuk pulang, eh ada pengumuman juga, kalo dufannya mu tutup. Jiaaah, pas banget.
Dua wahana yang paling pingin kita cobain : KORA-KORA (gwpingin banget :D ) dan TORNADO (Sisil pingin banget ;) ) nggak bisa kita coba, karena waktunya udah mepet untuk pulang :D
Alhamdulillah....
Terminal Tanjung Priok
Sampe terminal ini jam 9 kurang. Naik angkot. Satu orang bayar 4 ribu. Tapi ketinggalan bus ke Merak yang jam 9. Terus kita naik trasjakarta. Kita nunggu bus di Cempaka Putih. Nggak lama, nemu juga. DariCempaka Putih ke Merak 25 ribu. AC-nya dooong, dingin bangeeet.
Merak-Bakauheni
Sampe merak, kita kelaperan. Em, lebih tepatnya Bayu yangkelaperan. Gw Cuma pura-pura. Jadi kita makan nasi goreng dulu, baru lanjut keBakauheni. Malam itu, anginnya kencang, ombaknya agak tinggi, jadi sekitar 1,5jam kapalnya berhenti. Jadi kita baru sampe di Bakauheni jam 4.30.
Kita stay dulu di Musolla Bakauheni. Abis solat subuh barunaek bus ke Rajabasa. Sekitar jm 8 lewat dikit, Bayu turun di sekitar Korpri. TerusUmi turun di gerbang Unila. Gw dan Sisil turun di Terminal Rajabasa. Gw samperumah sekitar jam 9 kurang. Jadi kalau dipukul rata, perjalanan kita kali ini48 jam, tanpa benar-benar tidur.
HIKMAH LIBURAN
Gw berpikir, liburan kali ini, terutama pas di Dufan,ternyata semakin mengingkatkan kami betapa kuasa sang pencipta. Gw merasa,selama naik beberapa wahana, lebih banyak mengingat Allah, serius!
Jadi gw pikir, ke dufan ini bukan sekadar senang-senang, tapi wisata religi.Coba geh, misalnya, pas ditarik ke bawah di wahana HISTERIA, yang di ucap apa? Kalonggak takbir, istigfar, ya kalimat sahadat, kalo-kalo mati saat itu juga :D
Selesai!
Gw yang nulis,
Hisna Cahaya
Sabtu, 03 Agustus 2013
Warung Sego, Pahoman, Bandar Lampung
Ini gegara beberapa hari lalu dapet mandat dari senior untuk booking tempat di Warung Sego,tapi belum pernah makan di sana. Nggak tau juga tempatnya. Tapi kata senior, tempatnya di Pahoman.
Nah, connect internet ini, jadi lebih gampang nyari tempat itu harusnya. Ditambah lagi, bisa tanya sama supir angkot Pahoman kalau udah dapet alamatnya.
![]() |
| Masjid Almuslimin, Pahoman. |
Karena kemarin gw udah searching nomor telponnya, tapi nggak dapet juga. Maka di sini sekalian gw kasih tau, kalau ada yang berminat juga booking tempat di sana. Telponnya: (0721) 268489 atau 081369954432.
Tapi pas ke sana, kemarin, nggak semudah menulis ini untuk nyari tempatnya. Supir angkotnya nggak berhasil menemukan alamat yang udah gw sampaikan. Jadilah gw diturunin di jalan utama Jendral Gatot Subroto. Nah, kalo dari jalan utama, kira-kira setengah kilo kalo jalan. Untuk ada warga yang berbaik hati nganterin, walau, ya, gw tau diri juga bayar bensin.
![]() |
| Menu Warung Sego I, Jalan Way Sekampung Nomor 2, Pahoman, Bandar Lampung. (0721) 268489 atau 081369954432. |
![]() |
| Harga Menu Warung Sego I, Jalan Way Sekampung Nomor 2, Pahoman, Bandar Lampung, (0721) 268489 atau 081369954432. |
[21 of 1001]
Perempuan yang hampir setiap menit kau dongengkan kata "i love yu" itu
sebenarnya memiliki pemikiran yang sederhana.
Ingatkah ketika ia melontarkan konsep
sekiranya ada pernikahan yang setelah akad, si wanita dan si pria tetap tinggal di rumahnya masing-masing
lalu mereka bebas bertemu di mana pun, meski berdua saja,
karena mereka telah memiliki ikatan yang suci,
maka ia akan lakukan itu.
Bukan seperti sekarang, kau dan perempuan yang hampir setiap menit kau dongengkan kata "i love yu" tak punya ikatan apa-apa, lantas begitu seringnya jalan bersama.
Kau ingat, belakangan, setiap kali kau katakan "i love yu" di telinganya,
ia menggeleng, mengatakan "tidak", lantas tersenyum getir.
Itu senyum ironi dari gelengan dan kata "tidak" yang jujur.
Ia pikir kau memang tidak benar-benar mencintainya, ternyata.
Tidak mencintainya dengan cara yang baik, meski telah ia tawarkan cara yang baik untuk mencintainya: segera menikah!
Ia juga pastikan, dengan segala kekurangan yang kau punya, orangtuanya akan tetap menerima.
Tidak ada kata "tidak".
Tapi nyatanya, kau malah semakin mengulur waktu.
Kau tau apa arti uluran waktu yang kau lontar itu?
Pertanda kau tak ingin cepat-cepat menyelamatkan nama baiknya saat berjalan di sampingmu.
Begitukah caramu mencintainya?
Benarkah kau begitu menyayanginya?
Dalam pemikiran perempuan itu, ejawantah mencintai dan menyayangi adalah buru-buru menjaga nama baiknya, buru-buru menyelamatkan kehormatan martabatnya. Sederhana.
Perempuan itu sempat berpikir, mengapa tidak bertemu denganmu di Maret tahun depan saja,
mulai jatuh cinta padamu di Maret tahun depan saja,
sehingga tidak apa membiarkan namanya sedikit ternoda ketika kalian jalan bersama,
hingga beberapa bulan kemudian kau datang melamarnya.
Bodohnya perempuan itu. Sungguh!
10.44
4 Agustus 2013
Hisna Cahaya
sebenarnya memiliki pemikiran yang sederhana.
Ingatkah ketika ia melontarkan konsep
sekiranya ada pernikahan yang setelah akad, si wanita dan si pria tetap tinggal di rumahnya masing-masing
lalu mereka bebas bertemu di mana pun, meski berdua saja,
karena mereka telah memiliki ikatan yang suci,
maka ia akan lakukan itu.
Bukan seperti sekarang, kau dan perempuan yang hampir setiap menit kau dongengkan kata "i love yu" tak punya ikatan apa-apa, lantas begitu seringnya jalan bersama.
Kau ingat, belakangan, setiap kali kau katakan "i love yu" di telinganya,
ia menggeleng, mengatakan "tidak", lantas tersenyum getir.
Itu senyum ironi dari gelengan dan kata "tidak" yang jujur.
Ia pikir kau memang tidak benar-benar mencintainya, ternyata.
Tidak mencintainya dengan cara yang baik, meski telah ia tawarkan cara yang baik untuk mencintainya: segera menikah!
Ia juga pastikan, dengan segala kekurangan yang kau punya, orangtuanya akan tetap menerima.
Tidak ada kata "tidak".
Tapi nyatanya, kau malah semakin mengulur waktu.
Kau tau apa arti uluran waktu yang kau lontar itu?
Pertanda kau tak ingin cepat-cepat menyelamatkan nama baiknya saat berjalan di sampingmu.
Begitukah caramu mencintainya?
Benarkah kau begitu menyayanginya?
Dalam pemikiran perempuan itu, ejawantah mencintai dan menyayangi adalah buru-buru menjaga nama baiknya, buru-buru menyelamatkan kehormatan martabatnya. Sederhana.
Perempuan itu sempat berpikir, mengapa tidak bertemu denganmu di Maret tahun depan saja,
mulai jatuh cinta padamu di Maret tahun depan saja,
sehingga tidak apa membiarkan namanya sedikit ternoda ketika kalian jalan bersama,
hingga beberapa bulan kemudian kau datang melamarnya.
Bodohnya perempuan itu. Sungguh!
10.44
4 Agustus 2013
Hisna Cahaya
Takut [20 of 1001]
Jika kamu takut kehilangan, tapi tidak berani mengikat
Kamu akan benar-benar merasakan ketakutan itu
03.28
4 Agustus 2013
Hisna Cahaya
Kamu akan benar-benar merasakan ketakutan itu
03.28
4 Agustus 2013
Hisna Cahaya
Pasti [19 of 1001]
Aku memutuskan
Sebaiknya kita
Tidak perlu terlalu mesra
Tapi tenang saja
Lamaranmu pada ayahku pasti diterima
Selama pinangan yang lain belum sampai padanya
02.50
4 Agustus 2013
Hisna Cahaya
Sebaiknya kita
Tidak perlu terlalu mesra
Tapi tenang saja
Lamaranmu pada ayahku pasti diterima
Selama pinangan yang lain belum sampai padanya
02.50
4 Agustus 2013
Hisna Cahaya
Bukan Sekadar [18 of 1001]
Perempuan yang ingin kau nikahi
Sesungguhnya bukan hencak cepat-cepat
Bersusah-payah hamil, melahirkan, lantas menyusui anakmu!
Ia hanya menginginkan namanya tetap terjaga dalam ikatan pernikahan
Ketika berdua jalan denganmu
Karena ia menyadari
Menikah bukan sekadar meneruskan keturunan
Tapi untuk saling membahagiakan
Bahagianya sederhana
Saat seseorang menggunjingnya, "Siapa lelaki yang selalu jalan di sampingnya?"
Yang lain menjawab, "itu suaminya."
Tak harap ada yang menimpal, "mereka tak ada hubungan apa-apa."
Sekiranya kau pahami pola pikir perempuan itu, sekiranya.
02.21
4 Agustus 2013
Hisna Cahaya
Sesungguhnya bukan hencak cepat-cepat
Bersusah-payah hamil, melahirkan, lantas menyusui anakmu!
Ia hanya menginginkan namanya tetap terjaga dalam ikatan pernikahan
Ketika berdua jalan denganmu
Karena ia menyadari
Menikah bukan sekadar meneruskan keturunan
Tapi untuk saling membahagiakan
Bahagianya sederhana
Saat seseorang menggunjingnya, "Siapa lelaki yang selalu jalan di sampingnya?"
Yang lain menjawab, "itu suaminya."
Tak harap ada yang menimpal, "mereka tak ada hubungan apa-apa."
Sekiranya kau pahami pola pikir perempuan itu, sekiranya.
02.21
4 Agustus 2013
Hisna Cahaya
Ketika [17 of 1001]
Ketika aku terpaksa kehilanganmu
Aku akan menangis sebentar saja
Percayalah! Hanya menangis sebentar saja
02.12
4 Agustus 2013
Hisna Cahaya
Aku akan menangis sebentar saja
Percayalah! Hanya menangis sebentar saja
02.12
4 Agustus 2013
Hisna Cahaya
[16 of 1001]
Titik-titik di atas kertas
Hanya noda, nir-pola
Ini salah!
Membiarkan titik-titik noda
Makin jauh dari pola
10.04
4 Agustus 2013
Hisna Cahaya
Hanya noda, nir-pola
Ini salah!
Membiarkan titik-titik noda
Makin jauh dari pola
10.04
4 Agustus 2013
Hisna Cahaya
Selasa, 09 Juli 2013
Sayangku, Kita Kotor! [15 of 1001]
Sayangku
Pastilah kamu tahu
Pastilah kamu sadar
Ada hilaf yang bersandar
Pada rona muka kita
Pada canda tawa kita
Sayangku
Ada legam di wajahku
Ada kotoran di katamu
Ada najis di sentuhanku, sentuhanmu
Sayangku
Lihat baju kita
Penuh dengan noda
Nanah, darah, peluh, keluh
Sayangku
Sekarang hujan
Hujan sebulan
Ayo kita basah-basahan
Bersihkan kotoran
Di pakaian, badan, pikiran.
10.44
10 Juli 2013
Lop Yu
Hisna Cahaya
Pastilah kamu tahu
Pastilah kamu sadar
Ada hilaf yang bersandar
Pada rona muka kita
Pada canda tawa kita
Sayangku
Ada legam di wajahku
Ada kotoran di katamu
Ada najis di sentuhanku, sentuhanmu
Sayangku
Lihat baju kita
Penuh dengan noda
Nanah, darah, peluh, keluh
Sayangku
Sekarang hujan
Hujan sebulan
Ayo kita basah-basahan
Bersihkan kotoran
Di pakaian, badan, pikiran.
10.44
10 Juli 2013
Lop Yu
Hisna Cahaya
Minggu, 12 Mei 2013
Rindu Berjumpa [14 of 1001]
sayangku tercinta
aku telah sampaikan pada-Nya
aku rindu perjumpaan kita
segera
pada sebuah suasana mitsaqan gholiza
sayangku tercinta
aku merayu pada-Nya
untuk segera menyatukan kita
dalam naungan cinta
yang penuh berkah dan rahmat-Nya
sayangku
aku telah merayu
aku ingin kamu pun lakukan itu
18.22
12 May 2013
Lop Yu
Hisna Cahaya
aku telah sampaikan pada-Nya
aku rindu perjumpaan kita
segera
pada sebuah suasana mitsaqan gholiza
sayangku tercinta
aku merayu pada-Nya
untuk segera menyatukan kita
dalam naungan cinta
yang penuh berkah dan rahmat-Nya
sayangku
aku telah merayu
aku ingin kamu pun lakukan itu
18.22
12 May 2013
Lop Yu
Hisna Cahaya
Selasa, 23 April 2013
Carilah Rejeki Halal [13 of 1001]
Carilah rejeki yang halal untuk kita
Supaya kita selalu bersama dalam keadaan bahagia
Carilah rejeki yang berkah
Semoga kita diperkenankan menghuni jannah
10.45
24042013
Lop Yu
Hisna Cahaya
Supaya kita selalu bersama dalam keadaan bahagia
Carilah rejeki yang berkah
Semoga kita diperkenankan menghuni jannah
10.45
24042013
Lop Yu
Hisna Cahaya
Langganan:
Postingan (Atom)



